Siswa SMK IT Tebuireng 3 Magang di Pondok Pesantren Al-Ittifaq

Sejumlah siswa dari SMK IT Tebuireng 3 jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) melaksanakan kegiatan magang di Pondok Pesantren Al-Ittifaq. Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan, mulai 2 April hingga 2 Juni 2026.

Selama magang, para siswa terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga panen dan distribusi hasil. Mereka juga belajar manajemen agribisnis serta penerapan pertanian ramah lingkungan yang menjadi ciri khas Al-Ittifaq.

Pengalaman ini memberikan wawasan baru bagi para siswa. Salah satu siswa bernama Fahrudin Fahar Nugroho mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan pengetahuan baru terkait teknik budidaya tanaman. “Saya jadi lebih tahu bahwa mengisi media ke lubang tanam yang sudah terekspos akarnya dapat membuat tanaman lebih produktif,” ujarnya setelah mengikuti kegiatan di pesantren tersebut.

Sementara itu, siswa lainnya, Ahmadi Irawan Arrauf, juga merasakan manfaat dari pembelajaran yang diterima. “Aku jadi tahu kalau sampah dapur bisa menjadi pupuk organik seperti ini,” katanya. Ia mengaku terinspirasi untuk menerapkan pengolahan limbah organik menjadi pupuk di lingkungan rumahnya.

Praktik langsung siswa magang SMK IT Tebuireng 3 di Pondok Pesantren Al-Ittifaq

Kegiatan magang ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis siswa, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Pihak sekolah berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha di bidang pertanian.

Pondok Pesantren Al-Ittifaq merupakan salah satu pesantren yang berlokasi di Bandung dan dikenal sebagai pelopor pesantren berbasis agribisnis di Indonesia. Pesantren ini memadukan pendidikan agama dengan keterampilan kewirausahaan, khususnya di sektor pertanian.

Di pesantren ini, para santri tidak hanya belajar ilmu keislaman, tetapi juga dilatih untuk mandiri melalui kegiatan bertani, mengelola hasil panen, hingga memasarkan produk ke pasar modern. Sistem ini menjadikan Al-Ittifaq sebagai contoh sukses integrasi pendidikan agama dan ekonomi produktif

Pemilihan Pondok Pesantren Al-Ittifaq sebagai tempat magang bagi siswa SMK IT Tebuireng 3 bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama, antara lain:

  1. Reputasi di bidang agribisnis

Al-Ittifaq dikenal memiliki sistem pertanian modern dan produktif, sehingga menjadi tempat belajar yang tepat bagi siswa jurusan ATPH.

  1. Pembelajaran berbasis praktik langsung

Siswa dapat terlibat langsung dalam seluruh proses pertanian dari hulu ke hilir, tidak hanya teori.

  1. Integrasi nilai keislaman

Lingkungan pesantren mendukung pembentukan karakter siswa, sejalan dengan visi pendidikan di SMK IT Tebuireng 3.

  1. Jaringan pemasaran luas

Hasil pertanian di Al-Ittifaq telah menjangkau pasar modern, sehingga siswa belajar sistem distribusi yang nyata.

  1. Kesamaan visi Pendidikan

Kedua lembaga memiliki tujuan yang sama, yaitu mencetak generasi yang unggul, mandiri, dan berakhlak mulia.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, kegiatan magang ini diharapkan mampu memberikan bekal keterampilan sekaligus pengalaman hidup yang berharga bagi para siswa.