Petalongan, 12 Juli 2026– Pondok Pesantren Tebuireng 3 menggelar kegiatan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 10–12 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 74 santriwan dan santriwati baru yang akan menempuh pendidikan dan pembinaan di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng 3.
MOSBA menjadi gerbang awal bagi para santri baru untuk mengenal kehidupan pesantren, tata tertib, budaya belajar, serta nilai-nilai keislaman yang akan menjadi bekal selama menuntut ilmu. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi tentang kepesantrenan, kedisiplinan, akhlakul karimah, serta penguatan motivasi dalam menuntut ilmu.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh jajaran ustadz dan ustadzah Pondok Pesantren Tebuireng 3, Pemimpin Yayasan Hajarun Najah, Ustadz Ahmad Daroini, serta Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng 3, Abah Kyai Muhammad Mansyur.
Dalam tausiyah dan arahannya, Abah Kyai Muhammad Mansyur menyampaikan pesan mendalam mengenai kemuliaan menuntut ilmu di pesantren.
“Orang baik adalah calon penghuni surga.”
Beliau juga mengingatkan bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menjadi santri.
“Di pesantren apakah bisa dimasuki orang satu desa? Satu kota? Tidak. Hanya santri yang bisa. Berarti kalian sangat hebat, karena kita adalah orang-orang pilihan. Allah memilih kita untuk belajar dan diajarkan ilmu agama.”
Sebelum secara resmi membuka kegiatan MOSBA, Abah Kiai Muhammad Mansyur mengajak seluruh santri baru meluruskan niat dalam menuntut ilmu dengan membaca istighfar dan doa niat belajar.
بسم الله الرحمن الرحيم
استغفر الله العظيم
بسم الله الرحمن الرحيم
نويت طلب العلم لإزالة الجهل وطلب رضا الله تعالى
Yang kemudian diterjemahkan bersama:
“Saya niat mencari ilmu di Pondok Pesantren Tebuireng 3 untuk menghilangkan kebodohan dan mencari ridha Allah SWT.”
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai bentuk permohonan keberkahan kepada Allah SWT agar seluruh proses belajar di pesantren diberikan kemudahan dan keberkahan.
Dalam kesempatan tersebut, Abah Kiai Muhammad Mansyur juga mengajak seluruh santri baru untuk membulatkan tekad selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng 3 dengan tiga niat utama, yaitu:
- Mencari ilmu sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
- Mencari ridha Allah SWT dalam setiap proses belajar.
- Membulatkan tekad untuk tidak mengecewakan kedua orang tua serta tidak pulang (boyong) sebelum menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
Dengan penuh semangat, Abah Kiai Muhammad Mansyur kemudian secara resmi membuka kegiatan MOSBA Tahun Ajaran 2026/2027.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh santri baru mampu beradaptasi dengan kehidupan pesantren, menumbuhkan semangat belajar, memperkuat akhlak, serta menjadi generasi yang berilmu, beradab, dan istiqamah dalam menuntut ilmu demi meraih ridha Allah SWT.



