PETALONGAN – Keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng 3 menggelar istighosah dan doa bersama pada Ahad (30/08/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung selepas salat Magrib ini menjadi wujud ikhtiar spiritual pesantren dalam menyambut dan mendukung kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Pada malam tersebut, kegiatan rutin mengaji Al-Qur’an selepas salat Magrib ditiadakan dan digantikan dengan istighosah serta doa bersama. Para santri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan, sebagai bentuk pengharapan kepada Allah SWT atas kelancaran agenda besar Nahdlatul Ulama.
Istighosah dipimpin langsung oleh Abah Kyai Muhammad Mansyur, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng 3. Dalam suasana yang tenang dan penuh khidmat, para santri bersama-sama melantunkan dzikir dan istighosah, memohon pertolongan serta keberkahan dari Allah SWT.
Usai rangkaian istighosah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo Kyai Ahmad Daroini, selaku Ketua Yayasan Hajarun Najah. Doa tersebut ditujukan agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU senantiasa mendapat kemudahan, perlindungan, serta berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Selain menjadi bentuk dukungan terhadap Muktamar, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembiasaan nilai-nilai spiritual bagi para santri. Pesantren mengajarkan bahwa setiap usaha dan perjuangan perlu diiringi dengan doa, tawakal, serta memohon petunjuk kepada Allah SWT.
Melalui istighosah dan doa bersama tersebut, keluarga besar Tebuireng 3 turut menitipkan harapan agar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dapat menjadi momentum yang membawa kemaslahatan bagi umat serta semakin menguatkan khidmah NU untuk agama, bangsa, dan negara.
Dari Tebuireng 3, doa dipanjatkan untuk kelancaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.



